Posted on

Materi Bahasa Indonesia, tentang “Bentuk Karangan Ilmiah”

Bentuk Karangan Ilmiah

Ada beberapa bentuk karangan ilmiah yang telah kita ketahui, seperti: makalah, kertas kerja, artikel ilmiah, skripsi, tesis, disertasi dan masih ada yang lain.

  1. Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan masalah atau topik dan dibahas

berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif. Jumlah halaman untuk makalan minimal 10 halaman. Makalah harusnya tidak hanya berdasar opini belaka.

Makalah dalam tradisi akademik, adalah karya Ilmuwan atau Mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun bobot akademik atau bahasa keilmuwannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya makalah yang dibuat oleh Ilmuwan dibanding skripsi Mahasiswa.

Makalah Mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas perkuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketat makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa melihat kenyataan di lapangan.

Ada dua macam makalah:

1). Makalah Riset/ Makalah Referensi/ Makalah Perpustakaan

a. Riset Praktis adalah KTI yang ditulis dengan mencari informasi-informasi yang telah terekam dari mana saja, lalu diolah kembali dengan analisis, sintesis dan interpretasi yang baru.

b. Riset Orijinal atau Asli adalah KTI yang membangun pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang dengan telah mengadakan riset praktis terlebih dahulu, yang kemudian diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan. Ada dua macam riset asli menurut pendekatannya, yaitu yang berpendekatan kuantitatif dan kualitatif.

a.1. Riset asli dengan pendekatan kuantitatif

Ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. Artinya secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara atau hipotesis setelah didukung dengan penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. Dugaan sementara itu melibatkan

variable-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji dengan empiris dengan bantuan prosedur statistik.

a.2. Riset asli dengan berpendekatan kualitatif

Digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial atau persoalan yang

dihadapi umat manusia dengan membangun sebuah gambaran keadaan dengan kompleks dan holistik dalam bentuk cerita. Di dalam cerita itu pandangan responden dilaporkan dengan rinci, demikian pula dengan latar alamiah tempat data diperoleh. KTI riset kualitatif dikembangkan secara induktif. Pandangan responden menjadi komponen yang sangat dominan dalam substansi KTI riset kualitatif. Hal ini berbeda dari substansi KTI riset kuantitatif yang dicetuskan dari identifikasi dan rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti.

2). Makalah Kritis.

Dalam kajian ilmiah, kritis berarti tindakan untuk membuat keputusan yang dapat memilah-milahkan, menilai, atau membuat interpretasi tentang kejadian atau sebuah karya dalam dunia seni, sastra, filsafat, sosial, sains dan sebagainya. Tidak jarang makalah kritis adalah makalah yang kontroversial karena makalah kritis itu memberi evaluasi atas sebuah karya. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Untuk menghindari kontroversi yang tak sehat, penulis perlu jujur secara intelektual; menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional; tidak menyampaikan informasi yang hanya benar sebagian, dan menjaga jalan pikiran dengan teratur.

  1. Kertas Kerja

Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif. Jumlah halaman untuk kertas kerja minimal 40 halaman.

Pada prinsipnya kertas kerja sama dengan makalah. Pada ‘perhelatan ilmiah’ kertas kerja dapat dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan atau kemanfaatannya.

  1. Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah bisa ditulis secara khusus, bisa juga ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya dalam bentuk yang lebih praktis.

Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya.

Artikel ilmiah bukan sembarang artikel, dank arena itu jurnal-jurnal ilmiah menyaratkan aturan sangat ketat sebelum artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada

perhitungan bobot. Karena itu jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli di bidangnya. Jurnal-jurnaal ilmiah terakreditasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akreditasi jurnal mulai dari D, M, C, B dan A atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya diterbitkan pada jurnal internasional,pertanda keilmuwannya ‘diakui’.

  1. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah Mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar S1. Bobotnya 6 SKS dan dalam pengerjaannya dibantu oleh Dosen Pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga Mahasiswamampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.

Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di Laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan material berupa penemuan baru.

Jumlah halaman untuk skripsi minimal 60 halaman.

  1. Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam daripada skripsi (karya ilmiah S II). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar Magister.

Tesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, Mahasiswa merencanakan masalah, melaksanakan; menggunakan instrument mengumpulkan dan menyajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.

Jumlah halaman untuk Tesis minimal 80 halaman

  1. Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat

dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S III). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar Doktor.

Disertasi ditulis berdasarkan metodologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuwan yang tinggi. Mahasiswa S3 harus mampu menentukan masalah (tanpa bimbingan), berkemampuan berfikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, teknik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Jumlah halaman untuk Disertasi minimal 250 halaman.

  • Perbedaan Makalah dan Kertas Kerja

Makalah sebenarnya sama dengan kertas kerja. Perbedaannya adalah kertas kerja itu dikerjakan dengan lebih serius dibanding makalah, dan disampaikan di forum-forum ilmiah maupun praktisi yang lebih besar. Makalah lebih banyak ditulis oleh siswa dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Biasanya makalah atau kertas kerja ditulis setebal 15 halaman, walaupun ada juga makalah yang setebal 30 halaman. Artikel ilmiah adalah makalah atau kertas kerja yang dipublikasikan di jurnal.

About poedjyzcliq

Me is Aku... Kamu yo kamu,,, EGP...!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s