Materi FISIKA, tentang “Gaya Lorentz”

GAYA LORENTZ

Telah kita bahas bahwa apabila kawat dialiri arus listrik maka akan menimbulkan medan magnet disekitarnya (baca bab medan magnet disekitar kawat berarus).
Bila penghantar berarus di letakkan di dalam medan magnet , maka pada penghantar akan timbul gaya. Gaya ini disebut dengan gaya lorentz. Jadi gaya lorentz adalah gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam medan magnet. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya Lorentz dapat timbul dengan syarat sebagai berikut :
(a) ada kawat pengahantar yang dialiri arus
(b) penghantar berada di dalam medan magnet

perhatikan gambar di bawah ini

Bagaimana gaya lorentz berfungsi, maka lakukan percobaan dengan mengamati bentuk medan magnet atau garis gaya magnet selama percobaan.
Bila pengamatan dilakukan dengan benar maka akan diperoleh :
(a) Makin besar arus listrik yang mengalir, makin besar pula gaya yang bekerja dan makin cepat batang penghantar bergulir.
(b) Bila polaritas sumbu dirubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan gerak sebelumnya.

MENENTUKAN ARAH GAYA LORENTZ

Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jari-jari tangan kanan diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah medan magnet (B) diwakili oleh telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari, maka arah gaya lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah.
perhatikan gambar berikut :

LAGU, berjudul “Kau Tahu”

Andaikan mentari tak mau bersinar
Ku akan tetap di sini menunggumu
Andaikan bulan dan bintang enggan tersenyum
Ku akan tetap di sini menantimu

Walau pun hanya bayangmu
Yang selalu datang menyapa sepi hatiku disaat ku rapuh

Kau tahu ku s’lalu menunggumu
Sampai kapan kau akan s’lalu ku tunggu
Kau tahu ku s’lalu menantimu
Sampai kapan kau akan s’lalu ku nanti
Di dalam hatiku

Kau tahu ku s’lalu menunggumu
Sampai kapan kau akan s’lalu ku tunggu
Kau tahu ku s’lalu menantimu
Sampai kapan kau akan s’lalu ku nanti

Materi FISIKA, tentang “Pembiasan Cahaya”

Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya. Indeks bias mutlak suatu bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda. Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama adalah perbandingan indeks bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama. Pembiasan cahaya menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna.

1. Persamaan indeks bias mutlakpembiasan-cahaya-mutlak

2. Hukum Pembiasan Cahaya

hukum-pembiasan-cahaya

Lensa adalah peralatan sangat penting dalam kehidupan manusia. Mikroskop menggunakan susunan lensa untuk melihat jasad-jasad renik yang tak terlihat oleh mata telanjang. Kamera menggunakan susunan lensa agar dapat merekam obyek dalam film. Teleskop juga memanfaatkan lensa untuk melihat bintang-bintang yang jaraknya jutaan tahun cahaya dari bumi.

Kuat lensa berkaitan dengan sifat konvergen (mengumpulkan berkas sinar) dan divergen (menyebarkan sinar) suatu lensa. Untuk Lensa positif, semakin kecil jarak fokus, semakin kuat kemampuan lensa itu untuk mengumpulkan berkas sinar. Untuk Lensa negatif, semakin kecil jarak fokus semakin kuat kemampuan lensa itu untuk menyebarkan berkas sinar. Oleh karenanya kuat lensa didefinisikan sebagai kebalikan dari jarak fokus.

Rumus Kuat Lensa :
kuat-lensa-rumus

Pembentukan Bayangan Pada Lensa :

pembentukan-bayangan

Lensa Gabungan :

fgabungan

Pengalaman di Kelas Fisika

Aku Mahasiswa di UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo Jurusan Fisika FITK , sehari-hari saya kuliaaahhh teruz, sampe capek nie pikiran aku,,, 1 minggu libur cuma 2 hari. Tapi aku senang di kelas Fisika karena banyak banget temen2 yang sayang sama aku, selalu ada disaat ku butuh bantuan dan perhatian.

Banyak sekali hal-hal yang menyenangkan dengan temen-temen sekelas aku, saya sering ditertawakan, dikerjain, disayang-sayangin dech pkoknya, tapi aku sayang temen2 aku karena aku dan teman aku adalah sahabat sejati.

Puisi berjudul “Sahabat dan Cinta”

Sahabat dan Cinta”

Kala hati bergelora

Mengguncang seluruh jiwa dan raga

Tak dapat dipungkiri juga rasa

Cinta dan kasih sayang yang menyatu

Sahabat takkan pernah dilupakan

Mengapa sahabat bisa menjadi cinta

Walau mungkin memang hatinya menyatu

Tapi sahabat tetap sahabat

Cinta sesungguhnya rasa yang sangat indah

Bila hati tak pernah berdusta

Cinta bukan sekedar materi

Ataupun permainan saja

Sahabat jadi cinta benar-benar terjadi

Tidakkah semua ini hanya permainan saja..

Sahabat tetap sahabat

Cinta tetap cinta

Sahabat takkan jadi cinta

LAGU berjudul “Tempat Terakhir”

Tempat terakhir”

Meskipun aku di surga

Mungkin aku tak bahagia

Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu..

Lama sudah kau menemani langkah kaki

Di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita…

Kau adalah bagian hidupku

Dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu yang tak terpisah…

Kau bagaikan angin dibawah sayapku

Sendiri aku tak bisa seimbang…

Apa jadinya kau tak disisi

Meskipun aku di surga

Mungkin aku tak bahagia

Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu..

Aku ingin kau menjadi bidadariku disana

Tempat terkhir melabuhkan hidup di keabadian….

LAGU berjudul “Selamanya”

Selamanya”

Sayangku dapatkah kau merasakan…..

Betapa besarnya rasa cintaku untukmu

Cintaku pernahkah kita menduga………..

Diantara kita ada rasa yang mendalam

Sayangku yakinlah akan cintaku………

Yang ku persembahkan seutuhnya untukmu

Kasihku jangan pernah kau ragukan ………….

Luasnya cintaku yang kuberi untukmu

Genggamlah tanganku ini sayang…….

Cintaku tlah tertambat mati untumu……..

Selamanya…….. hanya dirimu

Yang selalu ada dalam hatiku

Selamanya…….. tentang dirimu

Kau selalu hadir dalam mimpiku

Engkau satu cintaku selamanya…………

Materi Bahasa Indonesia, tentang “Bentuk Karangan Ilmiah”

Bentuk Karangan Ilmiah

Ada beberapa bentuk karangan ilmiah yang telah kita ketahui, seperti: makalah, kertas kerja, artikel ilmiah, skripsi, tesis, disertasi dan masih ada yang lain.

  1. Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan masalah atau topik dan dibahas

berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif. Jumlah halaman untuk makalan minimal 10 halaman. Makalah harusnya tidak hanya berdasar opini belaka.

Makalah dalam tradisi akademik, adalah karya Ilmuwan atau Mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun bobot akademik atau bahasa keilmuwannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya makalah yang dibuat oleh Ilmuwan dibanding skripsi Mahasiswa.

Makalah Mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas perkuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketat makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa melihat kenyataan di lapangan.

Ada dua macam makalah:

1). Makalah Riset/ Makalah Referensi/ Makalah Perpustakaan

a. Riset Praktis adalah KTI yang ditulis dengan mencari informasi-informasi yang telah terekam dari mana saja, lalu diolah kembali dengan analisis, sintesis dan interpretasi yang baru.

b. Riset Orijinal atau Asli adalah KTI yang membangun pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang dengan telah mengadakan riset praktis terlebih dahulu, yang kemudian diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan. Ada dua macam riset asli menurut pendekatannya, yaitu yang berpendekatan kuantitatif dan kualitatif.

a.1. Riset asli dengan pendekatan kuantitatif

Ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. Artinya secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara atau hipotesis setelah didukung dengan penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. Dugaan sementara itu melibatkan

variable-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji dengan empiris dengan bantuan prosedur statistik.

a.2. Riset asli dengan berpendekatan kualitatif

Digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial atau persoalan yang

dihadapi umat manusia dengan membangun sebuah gambaran keadaan dengan kompleks dan holistik dalam bentuk cerita. Di dalam cerita itu pandangan responden dilaporkan dengan rinci, demikian pula dengan latar alamiah tempat data diperoleh. KTI riset kualitatif dikembangkan secara induktif. Pandangan responden menjadi komponen yang sangat dominan dalam substansi KTI riset kualitatif. Hal ini berbeda dari substansi KTI riset kuantitatif yang dicetuskan dari identifikasi dan rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti.

2). Makalah Kritis.

Dalam kajian ilmiah, kritis berarti tindakan untuk membuat keputusan yang dapat memilah-milahkan, menilai, atau membuat interpretasi tentang kejadian atau sebuah karya dalam dunia seni, sastra, filsafat, sosial, sains dan sebagainya. Tidak jarang makalah kritis adalah makalah yang kontroversial karena makalah kritis itu memberi evaluasi atas sebuah karya. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Untuk menghindari kontroversi yang tak sehat, penulis perlu jujur secara intelektual; menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional; tidak menyampaikan informasi yang hanya benar sebagian, dan menjaga jalan pikiran dengan teratur.

  1. Kertas Kerja

Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif. Jumlah halaman untuk kertas kerja minimal 40 halaman.

Pada prinsipnya kertas kerja sama dengan makalah. Pada ‘perhelatan ilmiah’ kertas kerja dapat dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan atau kemanfaatannya.

  1. Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah bisa ditulis secara khusus, bisa juga ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya dalam bentuk yang lebih praktis.

Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya.

Artikel ilmiah bukan sembarang artikel, dank arena itu jurnal-jurnal ilmiah menyaratkan aturan sangat ketat sebelum artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada

perhitungan bobot. Karena itu jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli di bidangnya. Jurnal-jurnaal ilmiah terakreditasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akreditasi jurnal mulai dari D, M, C, B dan A atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya diterbitkan pada jurnal internasional,pertanda keilmuwannya ‘diakui’.

  1. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah Mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar S1. Bobotnya 6 SKS dan dalam pengerjaannya dibantu oleh Dosen Pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga Mahasiswamampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.

Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di Laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan material berupa penemuan baru.

Jumlah halaman untuk skripsi minimal 60 halaman.

  1. Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam daripada skripsi (karya ilmiah S II). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar Magister.

Tesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, Mahasiswa merencanakan masalah, melaksanakan; menggunakan instrument mengumpulkan dan menyajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.

Jumlah halaman untuk Tesis minimal 80 halaman

  1. Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat

dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S III). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar Doktor.

Disertasi ditulis berdasarkan metodologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuwan yang tinggi. Mahasiswa S3 harus mampu menentukan masalah (tanpa bimbingan), berkemampuan berfikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, teknik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Jumlah halaman untuk Disertasi minimal 250 halaman.

  • Perbedaan Makalah dan Kertas Kerja

Makalah sebenarnya sama dengan kertas kerja. Perbedaannya adalah kertas kerja itu dikerjakan dengan lebih serius dibanding makalah, dan disampaikan di forum-forum ilmiah maupun praktisi yang lebih besar. Makalah lebih banyak ditulis oleh siswa dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Biasanya makalah atau kertas kerja ditulis setebal 15 halaman, walaupun ada juga makalah yang setebal 30 halaman. Artikel ilmiah adalah makalah atau kertas kerja yang dipublikasikan di jurnal.