Posted on

Materi Filsafat Ilmu tentang “Ilmu dan Kebudayaan”

ILMU DAN KEBUDAYAAN

ILMU

Definisi ilmu menurut beberapa ahli:

  1. Sondang P. Siagian, menyatakan bahwa ilmu adalah suatu objek ilmiah yang memiliki kelompok prinsip, dalil, rumus, yang melalui percobaan sistematis dan dilakukan berulang kali, telah teruji kebenarannya ; prinsip-prinsip, dalil-dalil rumus-rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari.
  2. Ahmad Sadjali, mendefinisikan ilmu adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu kenyataan yang tersusun sistematis, dari usaha manusia yang dilakukan dengan penyelidikan, pengenalan dan percobaan-percobaan.

Meskipun definisi yang berbeda itu, namun pada prinsipnya sama-sama menyatakan bahwa ilmu sebagai sebuah objek ilmiah adalah kesatuan pengetahuan yang bisa dipelajari,diuji kebenarannya secara empiris dan bisa dijelaskan secara rasional.

Dalam penerapannya, ilmu dapat dibedakan menjadi :

  1. Ilmu murni (pure science)
  2. Ilmu praktis (applied science)
  3. Ilmu campuran

Sedangkan dalam fungsi kerjanya, ilmu jugadapat dibedakan menjadi:

  1. Ilmu teoritis rasional
  2. Ilmu empiris praktis
  3. Ilmu teoritis empiris

Kebudayan

Suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan atau pertimbangan bagi seseorang dalam mengembangkan dirinya. Kebudayaan akan berubah terus menerus seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu dan teknologi serta perkembangan kepandaian manusia.

Werber dan Smith (Imran Manan,1989) menyebutkan bahwa ada 6 fungsi utama kebudayaan dalam kehidupan manusia:

  1. Penerus keturunan dan pengasuh anak
  2. Pengembang kehidupan berekonomi
  3. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME
  4. Transmisi budaya
  5. Pengendalian sosial
  6. Rekreasi

Definisi kebudayaan menurutbeberapa ahli, diantaranya:

  • Kebudayaan pertama kali didefinisikan oleh E.B. Taylor (1871) yakni “sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”.
  • Kuntjoroningrat (1974), secara lebih terperinci membagi kebudayaan menjadi unsure-unsur yang terdiri dari system religi dan upacara keagamaan, system dan organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, bahasa, kesenian, system mata pencaharian serta system teknologi dan peralatan.

Adanya kebudayaan adalah bukti kelebihan manusia dibanding dangan makhluk Tuhan yang lainnya seperti binatang dsb. Manusia memiliki kemampuan untuk belajar, berkomunikasi, dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Kemampuan untuk belajar ini dimungkinkan oleh berkembangnya intelegensi dan cara berfikir simbolik.

Dalam hal kebudayaan, Allport, Vernondan Lindzey (1951), mengidentifikasikan 6 nilai dasar dalam kebudayaan yakni: nilai teori, ekonomi, estetika, sosial, politik dan agama.

MANUSIA & KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan meruoakan suatu ikatan yang baik yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna mendapatkan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun temurun.

  1. Hakekat Manusia

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Salah satu hakekat manusia yang

lainnya adalah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

  1. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan

Budaya tercipta atau terwujud karena hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia dibekali akal pikiran oleh Tuhan sehingga mampu berkarya di muka bumi ini dan secara hakekatnya menjadi khalifah di bumi ini. Disamping itu, manusia juga memiliki akal, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.

Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia, maka manusia bisa menciptakan kebudayaan.

Kebudayaan memiliki peran dalam kehidupan manusia, yaitu:

1). Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.

2). Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan lain.

3). Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia.

4). Pembeda manusia dan binatang.

5). Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan,.

6). Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak.

7). Sebagai modal dasar pembangunan.

ILMU DAN PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL

Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan, pengetahuan merupakan unsur dari kebudayaan. Perkembangan budaya manusia merupakan masalah budaya yang di dasarkan pada 2 unsur yang terdapat dalam diri manusia, yaitu:

  • Unsur cipta (budi), berkenaan dengan akal yang menimbulkan ilmu dan teknologi.
  • Unsur karsa (etika), yang menimbulkan kebaikan.
  • Unsur rasa (estetika), yang menimbulkan kesenian.

Perkembangan kebudayaan nasional ditujukan kearah terwujudnya suatu peradaban yang mencerminkan aspirasi dan cita-cita bangsa Indonesia. Pancasila yang merupakan filsafat dan pandangan hidup bangsa Indoneia merupakan dasar bagi pengembangan peradaban tersebut.

Peranan ilmu dalam pengembangan kebudayaan nasional adalah:

@ Ilmu sebagai sumber nilai yang mendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan nasional.

@ Suatu bangsa.

Hal terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya control atau kendali terhadap perilaku regular (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan.

Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi saling tergantung dan saling mempengaruhi. Di satu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaannya, sedangkan dipihak lain pengembangan ilmu mempengaruhi jalannya kebudayaan. Pengkajian pengembangan kebudayaan nasional kita tidak dapat dilepaskan dari pengembangan ilmu. Dalam kurun dewasa ini yang dikenal dengan kurun ilmu dan teknologi.

Adapun hakekat ilmu dan nilai-nilai yang terkandung serta pengaruhnya terrrhadap pengembangan kebudayaan nasional yaitu sebagai berikut:

  1. Ilmu sebagai suatu cara berfikir

Ilmu merupakan suatu cara berfikir dan menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang dapat diandalkan. Berpikir bukan satu-satunya cara dalam mendapatkan pengetahuan, demikian juga ilmu bukan satu-satunya produk dari kegiatan berpikir.

Berpikir ilmiah merupakan kegiatan berpikir yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Pernyataan yang telah teruji kebenarannya kemudian memperkaya pengetahuan ilmiah yang disusun secara sistematis dan komunikatif. Keberadaan ilmiah ini tidaklah bersifat mutlak sebab mungkin saja pernyataan yang sekarang logis.

Ilmu mempercayai rasio sebagai alat untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, ilmu mempunyai alur jalan pikiran yang logis, konsisten dengan pengetahuan yang telah ada.

  1. Ilmu sebagai asas moral

Ilmu merupakan kegiatan berpikir untuk mendapatkan pengetahuan yang benar atau secara lebih sederhana, ilmu bertujuan untuk mendapatkan kebenaran.

Kriteria kebenaran dalam ilmu adalah jelas sebagaimana yang dicerminkan oleh karateristik berfikir. Dua karateristik ini merupakan asas moral bagi kaum ilmuwan yakni meninggikan kebenaran dan pengabdian secara universal.

DUA POLA KEBUDAYAAN

Manusia memiliki satu karateristik yang unik yang membedakan dia dari wujud yang lain, karateristik manusia bukan saja bervariasi dari waktu ke waktu tetapi juga dari satu tempat ke tempat yang lain sesuai dengan kebudayaan yang berhasil dikembangkannya. Ilmu bukan bermaksud mengumpulkan berbagai fakta bagaikan seorang kolektor. Tujuan ilmu adalah mencari penjelasan dari gejala-gejala yang kita temukan yang memungkinkan kita mengetahui sepenuhnya hakikat objek yang kita hadapi.

Seorang ilmuwan terkenal C.P. Show dalam bukunya yang sangat provokatif “two cultures” mengingatkan negara-negara barat akan adanya 2 pola kebudayaan dalam tubuh mereka yakni masyarakat ilmuwan dan masyarakat non ilmuwan yang menghambat kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi.

Hal ini diterapkan pada negara kitadimana bidang-bidang keilmuwan mengalami polarisasi dan membentuk kebudayaan sendiri. Polarisasi ini di dasarkan kepada kecenderungan beberapa kalangan tertentu untuk memisahkan ilmu kedalam 2 golongan yakni ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial.

Namun jika kita menginginkan kemajuan dalam bidang keilmuwan yang mencakup ilmu-ilmu alam dan ilmju-ilmu sosial, maka dualisme kebudayaan harus dihilangkan. Jika sekitarnya memang diperlukan pola-pola pendidikan yang berbeda, maka alternatif yang ditempuh adalah bukan lagi pembagian jurusan berdasarkan keilmuwan namun berdasarkan tujuan pendidikan matematika.

Sebagaimana kita ketahui ada 2 tujuan pokok dalam pendidikan matematika, yaitu:

@Tujuan yang pertama mencakup penguasaan matematika secara teknis dan mendalam dalam rangka penalaran deduktiv untuk menemukan kebenaran.

@ Tujuan kedua adalah penguasaan matematika sebagai alat komunikasi simbolik.

Pada tahap pendidikan yang tepat, maka seseorang diperkenankan untuk memilih jurusan berdasarkan bakat matematikanya,pembagian jurusan semacam ini akan meningkatkan mutu keilmuwan yang menekankan kepada cara berfikir ilmiah.

About these ads

About poedjyzcliq

Me is Aku... Kamu yo kamu,,, EGP...!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s